Pengalamanku Selama KKL
Halo,
perkenalkan namaku mira. Aku akan menceritakan pengalaman KKL ku beberapa waktu
yang lalu. Perjalanan KKL ku berlangsung dari tanggal 16 hingga 20 Januari,
perjalananku diawali dengan berkumpul untuk berangkat bersama menggunakan bus.
Kami berkumpu di halaman kampus sekitar pukul 14.00, namun karena dalam KKL ini
aku bertugas sebagai panitia maka aku berangkat lebih awal sekitar jam 12.00. Setibanya
di titik kumpul aku membagikan makan siang untuk teman-temanku terlebih dahulu,
lalu kami makan bersama. Sebelum berangkat, kami melakukan doa bersama terlebih
dahulu agar perjalanan KKL kami berjalan dengan lancar tanpa adanya halangan apapun.
Dalam perjalanan ke Banten kondisi jalan termasuk lancar, dan kami tiba di
Rangkasbitung kurang lebih jam 03.00. Lalu dilanjutkan menuju ke terminal
Ciboleger, untuk menuju terminal Ciboleger jalan yang bus kami lalui terbilang
cukup sulit dan sempit. Kami melewati hutan-hutan yang cukup rimpun dan gelap. Sekitar
jam 05.00 kami tiba di terminal Ciboleger, hawa disana cukup dingin namun mau
tidak mau kita harus segera bergegas untuk mandi agar tidak terlalu siang untuk
menuju ke Baduy. Setelah mandi dan bersiap, kami sarapan serta briefing
terlebih dahulu. Dari terminal Ciboleger menuju ke terminal Cijahe kami tidak
bisa menggunakan bus kami, melainkan menggunakan shuttle karena jalan yang kami
lewati masih sangat kecil dan sulit untuk dilalui oleh kendaraan besar. Setelah
menaiki shuttle selama kurang lebih dua jam, akhirnya kami sampai ke terminal
Cijahe. Di terminal Cijahe kami melakukan briefing kembali dan melakukan
pembagian tim serta tour guide. Disini kami juga bertemu dengan anak-anak baduy
dalam yang berprofesi sebagai porter yang bisa membantu kami dalam membawa
barang bawaan kami, apabila kami berkenan. Selanjutnya kami berjalan menuju ke
Baduy dengan pembagian yang telah ditentukan. Kami berjalan melewati Baduy
dalam dengan menyusuri daerah sungai dan ladang yang begitu luas. Disetiap
ladang biasanya terdapat rumah di ladang untuk ditinggali masyarakat suku baduy
saat berladang. Dan tak jauh dari ladang tersebut selalu terdapat lumbung padi
yang berguna untuk menyimpan hasil panen mereka. Pemandangan yang masih begitu
alami dan begitu indah membuat kami terpana dan tak terasa kami sudah melewati
jembatan pembatas suku Baduy Luar dan Baduy Dalam. Ketika sudah melewati
jembatan tersebut kami sudah tidak diperbolehkan untuk melakukan dokumentasi apapun.
Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam akhirnya kami tiba di pemukiman
baduy dalam. Kami tiba sekitar jam 13.00 dan kami menempati desa Cibeo,
sesampainya disana kami beristirahat dirumah yang sudah ditentukan sebelumnya.
Setiap rumah ditempati oleh 7 hingga 8 orang. Kami tinggal selama satu hari
satu malam bersama dengan pemilik rumah disana. Aku berkenalan dengan pemilik
rumah yang bisa kita panggil dengan ayah Kanadi dan ambu, juga anaknya yang
bernama Narwa dan Doni. Soe itu kami disuguhi dengan masakan berupa sayur asem,
tempe goreng dan sambal. Setelah makan bersama selanjutnya aku dan
teman-temanku mencuci piring di tempat yang terdapat di dekat sungai, setelah
itu kami kembali kerumah untuk melanjutkan istirahat dan mengobrol bersama ayah
dan ambu. Kami bertanya beberapa pertanyaan yang ingin kami tanyakan, tak lama
kami semua dipanggil untuk berkumpul dihalaman untuk melakukan tanya jawab kepada
jaro atau wakil puun yang bertugas di lapangan. Disini kami mendapatkan banyak
sekali informasi mengenai suku Baduy Dalam, mulai dari segi agama, Bahasa,
tatanan pemerintahan di suku Baduy Dalam, hingga kebagian adat istiadat mereka.
Kami bebincang dengan ayah jaro cukup lama hingga matahari hampir tenggelam,
setelah itu kami kembali kerumah masing-masing dan kami membantu ayah dan ambu
menyiapkan makan malam. Manu makan malam kami kali ini yaitu ikan goreng, tempe
goreng, dan sambal. Selanjutnya kami makan bersama dan dilanjutkan dengan
istirahat, karena esok hari kami harus bangun pagi untuk kembali meninggalkan Baduy
Dalam. Kami bangun sekitar pukul 05.00 dan kami langsung menuju ke tempat air
untuk bersih-bersih dan bersiap. Sebelum beranjak kami sarapan terlebih dahulu
dan langsung berpamitan kepada ayah dan ambu juga Narwa dan Doni. Kami mulai
berjalan keluar dari Baduy Dalam sekitar jam 07.00 dan sampai ke terminal Cijahe
sekitar jam 09.00 lalu istirahat sejenak dan menuju ke terminal Ciboleger
dengan mengendarai shuttle yang sebelumnya kita naiki. Sesampainya di Ciboleger
kami langsung naik bus untuk menuju ke Bandung, dalam perjalanan menuju ke
Bandung kami transit di rest area terlebih dahulu untuk makan dan setelah
meneruskan perjalanan menuju ke Bandung. Kami sampai di Bandung sekitar jam 19.00
tepatnya di hotel Hyper Inn. Kami langsung melakukan check in dan memasukkan
barang-barang kami. Setelahnya kami makan malam dan ada beberapa briefing dari
dosen pembimbing mengenai penugasan. Setelah selesai briefing kami kembali ke
kamar masing-masing, aku dan temankusetelah bersih-bersih pergi ke sekitar
hotel mengunjungi street food dan membeli beberapa makanan yang kami nikmati di
depan hotel bersama dengan beberapa teman yang lain. Setelah itu aku kembali ke
kamar dan istirahat. Hari berikutnya, setelah sarapan kami check out dan pergi
menuju ke Kesbangpol kota Bandung untuk bus 1, namun bus 2 dan bus 3 menuju ke
Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Di Kesbangpol kami mendengarkan materi serta
diskusi bersama para pemateri. Kami mendapatkan banyak sekali informasi mengenai
politik disana. Setelah selesai untuk berdiskusi kami melanjutkan perjalanan
kami ke hotel Fabu untuk menyusul teman-teman di bus 2 dan 3. Di hotel Fabu
kami makan siang terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan melakukan wawancara
kepada RW dari lokalisasi Saritem dan terdapat 10 perwakilan yang berkesempatan
untuk mewawancarai PSK di Saritem yang diundang ke hotel Fabu. Selesai
melakukan wawancara, kami melanjutkan perjalanan kami ke gang Luna sebagai salah
satu kampung toleransi di kota Bandung. Di gang Luna ini kami diajak disambut
dengan baik oleh para pengurus disini, selanjutnya kami diajak untuk
berkeliling gang ini. Disini kami dapat melihat begitu beragamnya penduduk disini.
Di gang ini terdapat 4 vihara, 4 gereja dan 2 masjid. Disini kami dapat melihat
begitu indahnya kehidupan yang saling toleransi dan saling berdampingan dengan bai
kantar umat beragama. Setelah selesai di gang Luna, kami melanjutkan perjalanan
menuju ke Farmhouse, Lembang. Di Farmhouse kami sudah bebas untuk berkeliling
sampai sekitar maghrib dan kami semua kembali melanjutkan perjalanan kami
menuju ke tempat makan dan juga pusat oleh-oleh. Setelah dari pusat oleh-oleh
kami melanjutkan perjalanan kami untuk kembali ke Yogyakarta. Kami tiba di
Yogyakarta pada tanggal 20 Januari sekitar pukul 04.00 dan kami bergegas
kembali ke rumah masing-masing. Perjalan KKL ini menurut saya sangat berkesan,
saya bisa mendapatkan berbagai pengalaman dan informasi yang begitu berharga.
Tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa ke suku Baduy Dalam.
Pengalaman ini tentu tidak akan bisa saya lupakan.



0 Komentar