Kabupaten Purworejo
Geografi[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Purworejo merupakan bagian dari dataran aluvium Jawa Tengah Selatan, yang dibatasi oleh Pegunungan Serayu Selatan dan Gunung Sumbing di sebelah utara, Pegunungan Menoreh di timur, Samudra Hindia di selatan dan dataran Kebumen-Banyumas di sebelah barat. Dataran Kabupaten Purworejo ini tersusun oleh endapan aluvium yang terutama berasal dari rombakan batuan gunung api Tersier penyusun Pegunungan Serayu Selatan dan Pegunungan Menoreh, serta Gunung Api Kuarter Gunung Sumbing. Di bagian utara sebelah timur endapan rombakan tua membentuk kipas aluvium Purworejo, sedangkan di sebelah barat membentuk kipas aluvium Kutoarjo.
Dataran Kabupaten Purworejo bagian tengah terdiri atas endapan aluvium pantai tua yang kemudian ditutupi oleh endapan aluvium sungai masa kini yang diangkut oleh Kali Wawar/ Kali Medono di bagian barat, Sungai Jali di bagian tengah, dan Sungai Bogowonto di bagian timur. Dataran Purworejo bagian selatan, mulai dari Kali Lereng sampai garis pantai sekarang, dibentuk oleh endapan aluvium pantai muda. Diperkirakan sumber daya air tanah di bawah dataran Kabupaten Purworejo ini sangat melimpah, dan khusus endapan aluvium pantai muda mempunyai potensi yang tinggi akan bahan tambang pasir besi serta mineral ikutannya[3].
Kabupaten Purworejo Kabupaten Purworejo terletak pada posisi 109o 47’28” – 110o 8’20” Bujur Timur dan 7o 32’ – 7o 54 Lintang Selatan. Secara topografis merupakan wilayah beriklim tropis basah dengan suhu antara 19 C – 28 C, sedangkan kelembaban udara antara 70% - 90% dan curah hujan tertinggi pada bulan Desember 311 mm dan bulan Maret 289 mm[4]. Sungai-sungai yang ada di Kabupaten Purworejo antara lain Sungai Wawar/ Kali Medono, Sungai Bogowonto, Sungai Jali, Sungai Gebang, Sungai Bedono, Sungai Kedunggupit, Sungai Kodil, dan Sungai Kalimeneng berhulu di Pegunungan Serayu Selatan. Sedangkan Sungai Jebol, Sungai Ngemnan, Sungai Dulang dan Sungai Kaligesing berhulu di Pegunungan Menoreh. Gunung-gunung yang ada di Kabupaten Purworejo diantaranya Gunung Pupur Gunung Mentosari (1.059 m), Gunung Rawacacing (1.035 m), Gunung Gambarjaran (1.035 m) di Pegunungan Serayu Selatan. Sedangkan di Pegunungan Menorehterdapat Gunung Gepak (859 m)dan Gunung Ayamayam (1.022 m).
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Prasasti Kayu Ara Hiwang ditemukan di Desa Boro Wetan (Kecamatan Banyuurip), jika dikonversikan dengan kalender Masehi adalah tanggal 5 Oktober 901. Ini menunjukkan telah adanya pemukiman sebelum tanggal itu. Bujangga Manik, dalam petualangannya yang diduga dilakukan pada abad ke-15 juga melewati daerah ini dalam perjalanan pulang dari Balike Pakuan. Sampai sekarang, kapan tepatnya tanggal ulang tahun berdirinya Kabupaten Purworejo, masih jadi bahan perdebatan. Ada yang berpatokan pada pada tanggal prasasti diatas, ada juga yang berpatokan pada diangkatnya bupati Purworejo I pada 30 Juni 1830.
Pada masa Kesultanan Mataram hingga abad ke-19 wilayah ini lebih dikenal sebagai Bagelen (dibaca /ba·gə·lɛn/). Saat ini Bagelen malah hanya merupakan kecamatan di kabupaten ini.
Setelah Kadipaten Bagelen diserahkan penguasaannya kepada Hindia Belanda oleh pihak Kesultanan Yogyakarta (akibat Perang Diponegoro), wilayah ini digabung ke dalam Karesidenan Kedu dan menjadi kabupaten. Belanda membangun pemukiman baru yang diberi nama Purworejo sebagai pusat pemerintahan (sampai sekarang) dengan tata kota rancangan insinyur Belanda, meskipun tetap mengambil unsur-unsur tradisi Jawa. Kota baru ini adalah kota tangsi militer, dan sejumlah tentara Belanda asal Pantai Emas (sekarang Ghana), Afrika Barat, yang dikenal sebagai Belanda Hitam dipusatkan pemukimannya di sini. Sejumlah bangunan tua bergaya indisch masih terawat dan digunakan hingga kini, seperti Masjid Jami' Purworejo (tahun 1834), rumah dinas bupati (tahun 1840), dan bangunan yang sekarang dikenal sebagai Gereja GPIB (tahun 1879).
Alun-alun Purworejo, seluas 6 hektare, konon adalah yang terluas di Pulau Jawa.
Pemerintahan[sunting | sunting sumber]
Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]
| No | Foto | Nama | Awal Jabatan | Akhir Jabatan | Wakil Bupati | Keterangan | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | - | KRA. Tjokronagoro I | 1830 | 1856 | |||
| 2 | - | KRA. Tjokronagoro II | 1856 | 1896 | |||
| 3 | - | KRA. Tjokronagoro III | 1896 | 1907 | |||
| 4 | - | KRA. Tjokronagoro IV | 1907 | 1919 | |||
| 5 | - | KRT. Sastro Soedardjo | 1919 | 1921 | |||
| 6 | - | KRA. Soeryadi | 1921 | 1927 | |||
| 7 | - | KRA. Hasan Danoediningrat | 1927 | 1945 | |||
| Masa Pemerintahan Indonesia | |||||||
| 8 | - | R. Moeritno Wongsonegoro | 1945 | 1949 | |||
| 9 | - | M. Soerardjo Sastrodiprodjo | 1949 | 1956 | |||
| 10 | - | Hardjo Kartoadmodjo | 1956 | 1958 | |||
| 11 | - | H. Pamoedji | 1958 | 1960 | |||
| 12 | - | Slamet Soetohardjono | 1960 | 1966 | |||
| 13 | - | Wiryo Ratmoko | 1966 | 1967 | |||
| 14 | - | Drs. Soeharto Albert Harries | 1967 | 1975 | |||
| 15 | - | Kol. (INF) H. Soepantho | 1975 | 1980 | |||
| 1980 | 1985 | ||||||
| 16 | - | Drs. H. Soetarno | 1985 | 1990 | |||
| 17 | - | Drs. H. Goernito | 1990 | 1995 | |||
| 1995 | 2000 | ||||||
| 18 | - | KRT. H. Marsaid Reksohadinegoro, S.H., M.Si. | 2000 | 2005 | H. Kelik Sumrahadi, S.Sos.,MM. | ||
| 19 | - | H. Kelik sumrahadi, S.Sos., MM | 2005 | 2008 | Drs. H. Mahsun Zain, M.Ag. | mengundurkan diri | |
| 20 | Drs. H. Mahsun Zain, M.Ag. | 2008 | 2010 | naik menggantikan | |||
| 2010 | 2015 | Suhar | |||||
| 21 | - | Agus Bastian, SE. MM | 2015 | Sekarang | Penjabat Bupati | ||
Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]
Kecamatan[sunting | sunting sumber]
Kabupaten Purworejo terdiri atas 16 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 469 desa dan 25 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Purworejo.
Kecamatan di Kabupaten Purworejo adalah:



0 Komentar