Random Posts

header ads

Permasalahan Kurikulum 2013 di Masa Pandemi Covid-19

    Kurikulum 2013 sendiri merupakan kurikulum yang telah ditetapkan dan digunakan untuk menggantikan kurikulum KTSP 2006. Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku. Selain itu, dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan ( seperti materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn) serta materi yang ditambahkan seperti materi Matematika. 

        Menurut Sholeh Hidayat (2013: 113), ”orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill), dan pengetahuan (knowledge).” Hal ini, juga sejalan dengan amanat UU No. 20 tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan pasal 35: ”kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.” Sejalan pula dengan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan ”mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu.”

        Namun, adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan terjadinya permasalahan dalam pelaksanaan kurikulum 2013 ini. Jika dilihat dari perspektif sosiologi, adanya pandemi ini juga telah mempengaruhi proses pembelajaran karena pembelajaran menjadi di alihkan dengan pembelajaran secara daring. Guru menjadi sulit berkomunikasi kepada siswa dan orang tua juga menjadi hambatan untuk guru mengawasi siswa. Hambatan ini terjadi karena keterbatasan model pembelajaran daring yang tidak lagi pada ruang kelas di sekolah, melainkan sekolah berpindah di masyarakat atau dirumah. Guru juga selalu berpikir untuk bagaimana agar siswa tidak bosan pada pembelajaran daring ini sehingga guru untuk dituntut agar selalu memberikan pembelajaran yang kreatif. Hal lain yang menjadi permasalahan guru untuk menerapkan Kurikulum 2013 di mana pandemi Covid-19 adalah terkendalanya sinyal. Permasalahan yang dialami orang tua sendiri dalam keadaan pandemi ini yaitu orang tua atau keluarga justru menjadi guru sekolah di rumah. Orang tua sendiri mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran dan memotivasi anak saat mendampingi belajar di rumah. Tidak semua orang tua dapat mendampingi anak pada saat pembelajaran berlangsung. Faktor ekonomi juga mengakibatkan tidak dapat memenuhi fasilitas yang memadai seperti internet, serta perangkat elektronik.

        Solusi yang dapat diggunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan semakin meningkatkan kualita komunikasi antara orang tua dan guru. Serta guru harus pandai dalam mencairkan suasan dalam pembelajaran agar para siswa tidak merasa bosan. Pemerintah juga harus bisa meningkatkan fasiita seperti internet dan memberikan bantuan seperti paket data maupun perangkat elektronik agar permasalahan dapat diatasi dan penerapan Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik.

Sumber referensi :

https://kumparan.com/shofi-nur-azizah/permasalahan-kurikulum-2013-di-masa-pandemi-covid-19-1vb6vlxzEHH/full

http://eprints.uny.ac.id/64981/4/4.%20BAB%202.pdf


Posting Komentar

0 Komentar